Pasangan

Memiliki anak bisa terasa seperti pekerjaan penuh waktu, dan meskipun benar bahwa anak-anak Anda akan tumbuh subur dengan perhatian dan kasih sayang, aspek-aspek penting lain dalam hidup Anda bisa saja terlupakan.

Menurut penelitian oleh Dr. John Gottman, pakar pernikahan terkemuka di negara itu, 67% orang tua baru mengalami penurunan tajam dalam kepuasan pasangan dalam tiga tahun pertama kehidupan bayi.

Satu hubungan yang sering diabaikan saat menghadapi masalah sebagai orang tua adalah hubungan antara kedua orang tua itu sendiri. Pasangan perlu waktu untuk fokus pada hubungan romantis mereka untuk memastikan kebahagiaan pernikahan – aspek penting dalam menjaga keutuhan keluarga.

Berikut adalah beberapa kiat untuk membantu Anda menciptakan keseimbangan yang lebih baik antara hubungan Anda dengan anak-anak dan pasangan Anda:

1. Luangkan waktu berdua

Transisi dari dua (pasangan) ke tiga (dengan bayi baru) mungkin merupakan salah satu masa tersulit yang dialami oleh sebagian besar pasangan. Ketika Anda sibuk mengurus kebutuhan anak Anda, mungkin sulit untuk mengingat seperti apa kehidupan saat Anda berdua saja.

Pada tahap awal hubungan, Anda mungkin meluangkan waktu untuk mengeksplorasi pemikiran dan tujuan masing-masing dan mengembangkan beberapa ide dan aktivitas bersama yang menjadi bagian penting dari hubungan Anda.

Namun, dengan bertambahnya anak dalam rumah tangga, ‘ritual hubungan’ bersama yang membantu Anda tetap bersama dapat dengan cepat dikalahkan oleh hal-hal lain.

Menetapkan rencana untuk menjaga aktivitas-aktivitas ini tetap berlangsung, entah itu kencan Sabtu malam, liburan tahunan tanpa anak-anak, atau bahkan sekadar meluangkan waktu untuk mengobrol sebentar sebelum tidur, dapat membantu menjaga hubungan Anda tetap pada jalurnya.

2. Berkomunikasi secara sering dan dengan cara yang bermakna

Komunikasi merupakan sesuatu yang sering dianggap remeh. Namun, dalam rumah tangga yang sibuk, mungkin sulit untuk menemukan waktu untuk membuatnya bermakna.

Di awal hubungan, Anda mungkin menghabiskan banyak waktu untuk berbicara dan mengenal satu sama lain. Anda mungkin berbagi kenangan masa lalu, rencana masa kini, dan ambisi masa depan dengan pasangan Anda, dan rasa kebersamaan Anda semakin kuat saat Anda saling menyerahkan ‘peta cinta’ dunia batin Anda.

Saat kalian tumbuh bersama dan kehidupan kalian berubah, sangat penting bagi kalian untuk tetap menemukan cara untuk terus membicarakan hal-hal ini sebagai cara menunjukkan bahwa kalian masih tertarik satu sama lain.

Seperti yang dijelaskan oleh Dr. John Gottman dalam buku terlarisnya  The Seven Principles for Making Marriage Work , pasangan yang memiliki persahabatan yang mendalam memiliki:

“…saling menghormati dan menikmati kebersamaan. Mereka cenderung saling mengenal secara dekat — mereka sangat memahami kesukaan, ketidaksukaan, kekhasan kepribadian, harapan, dan impian masing-masing. Mereka memiliki rasa hormat yang mendalam terhadap satu sama lain dan mengungkapkan rasa sayang ini tidak hanya dalam hal-hal besar tetapi juga dalam hal-hal kecil setiap hari.”

Jadi, luangkan waktu, di mana pun Anda bisa, untuk berdiskusi dengan pasangan tentang dunianya, kehidupannya sehari-hari, serta harapan dan impiannya yang terus berkembang.

3. Rencanakan kegiatan keluarga secara rutin

Mengembangkan makna bersama melalui ritual-ritual kecil tidak hanya penting bagi pasangan, tetapi juga penting bagi keluarga. Kegiatan bersama seperti itu membantu membangun dan memperkuat hubungan antara anggota keluarga dan memungkinkan setiap orang merasa dihormati dan diperhatikan.

Triknya adalah menetapkan rutinitas yang jelas untuk kegiatan tersebut – anak-anak merespons dengan baik terhadap struktur. Selain itu, kembangkan rutinitas ini bersama-sama. Bertanya kepada anak-anak apa yang ingin mereka lakukan memastikan bahwa waktu bersama keluarga dapat bermakna bagi semua orang yang terlibat.

Kebersamaan yang rutin ini akan memungkinkan terjalinnya hubungan emosional dan kedekatan saat anak Anda bertumbuh dewasa, dan mudah-mudahan, bahkan setelah mereka pindah jauh dari rumah.

4. Tekankan peran Anda sebagai orang tua dan pasangan

Wajar bagi anak untuk mendambakan perhatian terus-menerus dari orang tua mereka, dan, sebagai orang tua, sering kali lebih mudah untuk menuruti tuntutan mereka. Dengan cara ini, Anda dapat merasa seperti orang tua yang baik, tetapi dengan risiko merasa seperti (atau menjadi) pasangan yang buruk.

Namun, Anda tidak harus memilih antara menjadi orang tua yang baik atau pasangan yang baik – Anda hanya perlu menemukan keseimbangan yang tepat di antara keduanya. Bagian penting dari hal ini adalah menunjukkan kepada anak-anak Anda bahwa Anda juga menghargai pasangan Anda.

Dengan menunjukkan kepada anak-anak bahwa Anda sangat menghargai hubungan romantis, Anda tidak hanya menunjukkan rasa hormat dan kekaguman yang Anda miliki kepada pasangan, tetapi Anda juga menjadi contoh dinamika keluarga yang sehat bagi anak-anak. Ini adalah situasi yang saling menguntungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *